Negeri kita sudah lama menghambur-hamburkan eufimisme agar dinilai sebagai negeri yang beradab. Pelacur kita sebut sebagai pekerja seks komersial (PSK), ‘penahanan’ disebut ‘diamankan’, pedagang yang melanggar ketertiban disebut Pedagang Kaki Lima (PKL), de el el.
Eufimisme emang sah-sah saja. Tapi kadang-kadang eufimisme ini membuat orang yang dijulukinya ngelunjak atau kurang ajar. Seorang pelacur misalnya ngotot mempertahankan statusnya [...]








