ranjang pengantin. bau
aroma kembang semusim.
ada pelangi sembunyi
di balik kain
lalu hujan datang
membasahi ladang akar dan benih tanam
namun sepi yang meraja
tak juga hanyut dari taman hampa
begitu desah. begitu resah
ranjang pengantin. mengutuki
mati
Anyer, 12 Oktober 2003
No Comments Yet
Belum ada komentar.
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
Tinggalkan komentar








