Jalan-jalan ke Museum Banten Lama

 

 

 

 

 

 

 

Bayar Cuma Seribu, Disambut Arca Nandhi

 

 

 

 

 

 

Pengunjung kawasan Banten Lama biasanya hanya menghabiskan waktu untuk berziarah ke makam sultan dan kerabat sultan, atau berkeliling ke Benteng Surosowan. Padahal di kawasan ini ada sebuah Museum Banten Lama yang bisa jadi alternatif kunjungan wisata.

*** 

 

Dengan membayar Rp 1.000 per orang, pengunjung bisa sepuasnya menikmati aneka koleksi benda-benda bernilai sejarah di dalam museum seluas 700 meter persegi ini. Saat pertama memasuki museum, pengunjung langsung disambut dengan Arca Nandhi yang berada di sebelah kanan museum. Patung yang dipercaya sebagai tunggangan Dewa Shiwa ini merupakan benda paling tua yang berada di dalam museum.

Patung yang dahulunya berada di depan pendopo Pemkab Serang ini ditaksir merupakan benda dari jaman Kerajaan Padjajaran atau sebelum Kesultanan Banten berdiri. “Kemungkinan Arca Nandhi berasal dari jaman Hindu-Budha saat Kerajaan Padjajaran masih ada di Banten,” terang Ahmad Mulya, koordinator pada Museum Banten Lama, Kamis (8/5) lalu.

Di dalam museum ini juga terdapat sejumlah benda-benda yang menunjukkan kejayaan peradaban Kesultanan Banten masa lalu. Sebuah gerabah (gentong) untuk menetralisasi air hujan untuk dikonsumsi. “Gentong itu ditanam di dalam tanah. Sampai sekarang masih ada masyarakat yang menggunakan cara tersebut untuk menetralisasi air hujan agar bisa diminum,” terang Ahmad.

Aneka benda yang terbuat dari batu, logam, hingga pakaian juga terdapat dalam museum yang berada di bagian timur Masjid Agung Banten. Benda-benda itu terdiri dari berbagai bentuk, mulai dari batu bata, macam senjata, perabotan rumah tangga, perhiasan, alat pertanian, aneka jenis uang dari jaman kesultanan sampai jaman pra kemerdekaan juga terdapat di museum ini. Yang tak kalah menarik adalah sebuah maket yang menggambarkan orang-orang sekitar kesultanan sedang berolahraga takraw. “Di jaman sultan juga sudah ada olahraga ya,” ungkap seorang pengunjung pada rekannya. (qizink)

 

 

Tidak Ada Komentar

No comments yet

Leave a reply