Fenomena Ayam Kampus di Banten

28 Apr

Setelah hampir dua pekan mencari data untuk laporan tentang ayam kampus, kini aku sampaikan hasilnya. Tulisan ini juga dimuat di Radar Banten.  

———————————————————————————-——-

 

Prostitusi memang tak mengenal ruang dan waktu. Bisnis esek-esek ini sudah merambah ke segala penjuru, tak terkecuali di kalangan mahasiswi tertentu di sejumlah perguruan tinggi di Banten. Sebagian generasi intelek ini tak sedikit yang terjerumus ke dalam jaringan prostitusi terselubung.

***

 

Tak mudah mengungkap fenomena bisnis prostitusi di kalangan anak kampus. Jaringan mereka tertutup, hingga sulit bagi orang kebanyakan untuk mengetahuinya. Mahasiswi yang melakukan praktik bisnis syahwat ini tenar dengan sebutan Ayam Kampus.

Untuk membuka tabir bisnis prostitusi ini, kami mencari celah penghubung dari dalam maupun luar kalangan kampus. Pada Kamis (17/4) lalu, kami mendapatkan kontak seorang mahasiswa bernama Erwin (bukan nama sebenarnya), dari sebuah perguruan tinggi di Kota Serang. Erwin merupakan mahasiswa yang mengetahui cukup banyak seluk-beluk bisnis ini. Pria yang sedang merampungkan skripsinya ini dikenal sebagai penghubung antara ‘ayam kampus’ dengan pelanggannya. 

Semula, perbincangan dengan Erwin akan dilakukan di lingkungan kampus. Namun wawancara dialihkan ke luar kampus untuk menghindari kecurigaan internal kampus. Untungnya pada saat itu, Erwin sedang ada kegiatan di luar kampus.

Erwin mengaku mengenal cukup banyak mahasiswi yang kerap menjajakan diri. “Kalau puluhan sih nggak. Yang saya kenal paling belasan. Kebanyakan dari nonregular (kelas karyawan-red),” ujarnya.

Semua nama ayam kampus itu disimpan rapi di dalam memori tiga buah telepon genggamnya. Nama-nama ayam kampus ini ditandai dengan huruf ‘XXX’ di belakang namanya. “Ya sebagai tanda saja. Biar nggak lupa,” ujarnya seraya menunjukkan salah satu nama ayam kampus di telepon genggamnya.

Para ayam kampus ini tidak hanya berasal dari kampus tempat Erwin mencari ilmu. “Yang saya ketahui saja dari tiga kampus. Mungkin di kampus-kampus lain juga ada. Yang jadi penghubung juga tidak hanya saya, banyak yang lainnya. Fenomena seperti ini sudah lama. Dan saya yakin dosen juga sudah mengetahuinya, tapi mereka tutup mata,” ujarnya, seraya menyebutkan ayam kampus tak hanya berasal dari Kota Serang, tapi juga ada dari Lebak, Pandeglang, dan Tangerang.

Bisnis prostitusi di kalangan mahasiswi ini berlangsung rapi. Di kampus, mereka menjalankan aktivitas kuliahnya seperti biasa. “Bahkan pakaiannya saja ada yang terkesan alim. Tahun ini ada tiga ayam kampus lulus kuliah di kampus saya,” ungkap cowok bertubuh besar ini.

Erwin mengaku sudah berulangkali menjadi perantara. Dikatakan, para konsumen ayam kampus ini sebagian besar adalah orang-orang berduit tebal, baik dari kalangan pengusaha atau pejabat. Menurutnya, tak semua calon konsumen langsung direspons ayam kampus. “Mereka tak mau kalau yang berasal dari lingkungan yang dikhawatirkan akan membongkar identitasnya,” ujar Erwin. Soal tarif ayam kampus,  Erwin menyebutkan, angka Rp 500 ribu untuk sekali main atau short time.

Dari mulut Erwin juga terungkap beberapa motif perilaku ayam kampus ini. “Selain faktor ekonomi dan kepuasan, ada juga yang karena status. Dari dulunya dia memang sudah gitu (menjadi profesi pekerja seks komersial-red) tapi ingin menaikkan tarifnya, maka dia naikkan statusnya dengan kuliah,” ujarnya.

Erwin menyebutkan, ada beberapa tempat mangkal para ayam kampus dalam menjalankan operasinya, di antaranya adalah kawasan pusat perbelanjaan yang ada di Kota Serang dan Cilegon. Ada pula sebuah café yang berada di dekat sebuah kampus yang kerap dijadikan tempat mereka nongkrong dan bertransaksi. “Biasanya sekitar jam 1 atau jam 2 siang mereka kumpul di café itu,” ungkapnya.

Kami mencoba menyambangi café yang dimaksud Erwin pada Jumat (18/4), sekira pukul 14.00. Café tersebut berada di depan sebuah kampus di pusat Kota Serang. Ketenaran café ini sebagai lokasi nongkrong ayam kampus juga dibenarkan sejumlah mahasiswa. “Sering banget mas, mereka nongkrong di sini,” ungkap mahasiswa perguruan tinggi swasta yang kerap nongkrong di lokasi tersebut.

Seorang dosen yang mengajar di perguruan tinggi yang lokasinya berdekatan dengan café tersebut juga membenarkan tentang keberadaan café itu dijadikan tempat tongkrongan mahasiswi yang dicurigai sebagai ayam kampus. Dosen ini menceritakan, para ayam kampus tersebut kerap bergerombol.

“Dari pakaian dan gayanya juga dapat dicirikan. Gaya pegang telepon genggamnya juga terkesan siap menerima panggilan,” ungkap dosen muda ini seraya memperagakan gaya ayam kampus menenteng telepon genggamnya.

Namun sayangnya, pada saat berkunjung, tak ada sesuatu yang mencurigakan sebagai petunjuk bahwa tempat tersebut jadi ajang transaksi seks terselubung. Café tersebut terlihat lengang.

Dari café ini, kami malah mendapatkan beberapa nomor kontak  mahasiswi yang disinyalir ayam kampus, dari mahasiswa yang berkuliah di kampus dekat café tersebut. “Coba saja mas dihubungi. Kabarnya dia bisa dipake,” ungkap seorang mahasiswa.

Sehari kemudian, kami mencoba menghubungi beberapa nomor kontak milik mahasiswi yang disebut-sebut sebagai ayam kampus. Kami membuat janji dengan Melani (nama samaran), ayam kampus dari sebuah perguruan tinggi swasta di Kota Serang, melalui telepon genggam. Melani pun dengan sigap siap melayani ajakan.

Namun saat dijemput di sebuah pusat perbelanjaan di Serang, Melani dan salah seorang rekannya urung bertemu. Ia langsung membatalkan janji pertemuan saat melihat wajah tim investigasi. “Saya nggak mau jalan dengan orang yang belum dikenal,” ungkap Melani beralasan melalui telepon genggamnya.

Walau enggan bertemu, Melani masih mau menerima perbincangan lewat telepon genggam. Dalam perbincangan tersebut, mahasiswi diploma tiga ini terkesan ketakutan. Ia berulangkali menanyakan sumber kontak kami. Ia ingin mengetahui tentang siapa yang telah merekomendasikan kami untuk mewawancarainya. “Emang tahu nomor kontak saya dari siapa,” tanyanya.

Setelah diceritakan bahwa kami bermaksud mengetahui tentang sisi kehidupan ayam-ayam kampus, Melani mau sedikit bercerita tentang pribadinya. “Saya asli Tangerang dan tinggal bersama tante saya di Serang. Sepupu saya sangar kalau tahu tentang saya,” ujar mahasiswi yang tinggal di sekitar Ciceri ini.

Melani tak menampik tentang sisi gelap kehidupannya. “Saya menuliskannya di friendster (salah satu situs internet yang bisa diisi biodata atau catatan pribadi anggotanya-red). Dari fotonya juga bakal ketahuan,” ungkapnya.

Namun sayang, perbincangan dengan Melani terputus. Beberapa saat kemudian, sebuah pesan singkat dari HP Melani pun dikirimkan. Hdup s’baik’y rahasia krn menyangkut aib, harkat dn martabat.” Demikian pesan singkat yang dikirimkan teman Melani. Sejak saat itu, Melani enggan lagi menerima telepon dari kami.

Riska (bukan nama sebenarnya), ayam kampus lainnya, juga tak mudah untuk ditemui oleh orang yang belum lama dikenalnya. Riska mengaku trauma saat kencan dengan orang yang baru dikenalnya. “Saya pernah diturunkan di tengah jalan tol oleh orang yang baru saya kenal. Untungnya saya jalan bareng teman,” ujarnya.

Riska juga selalu pilah-pilih dalam menerima ‘pasien’. Ia menolak untuk diajak kencan di lingkungan Kota Serang. “Saya tak mau kalau naik motor. Harus mobil pribadi,” ujar perempuan yang mengaku tinggal di pinggiran Kota Serang ini.

Pada Rabu (24/4) sore, kami menyamar sebagai orang yang hendak kencan dengan ayam kampus. Alin (nama samaran), perempuan yang direkomendasikan salah seorang penghubung langsung mengiyakan janji pertemuan.

Saat dijemput di salah satu salon di pusat Kota Serang, Alin tak menolak ajakan untuk jalan-jalan. Perjalanan dari Kota Serang ke Kota Cilegon ini untuk mengorek informasi tentang sisi lain kehidupan kampus.

Alin sudah bukan mahasiswi aktif. Sejak lima tahun lalu sudah menyelesaikan pendidikan diplomanya dari sebuah lembaga pendidikan. Perempuan yang sejak SMP sudah menjadi perokok ini telah melakoni sisi gelap kehidupannya saat SMA. “Waktu SMA saya sering ke diskotek,” ujarnya.

Walau mengaku belum kecanduan, hidupnya yang terbiasa dengan alkohol dan obat terlarang telah membuat Alin melakukan tindakan lebih jauh. Alin mengaku, check in di berbagai hotel, baik di Kota Serang, Tangerang, maupun Jakarta dengan berganti pasangan sudah tak asing lagi bagi dirinya. Yang penting baginya adalah bisa memberikan kepuasan batin. “Malam minggu kita nokip (mabuk-red) di hotel yuk. Sekalian check in aja biar enak,” ajak Alin tanpa sungkan kepada tim investigasi.

Alin mengaku sering dimarahi orangtuanya yang tinggal di sebuah perumahan di pinggiran Kota Serang ini. Anak tunggal ini punya strategi untuk menghindari kemarahan orangtuanya. “Biasanya saya alasan mau nginap di rumah teman,” ujar perempuan yang biasa nongkrong di salah satu café di kawasan Lippo Karawaci Tangerang ini.

Cerita Alin berbeda dengan Atik (21), mahasiswa semester VIII dari sebuah perguruan tinggi di Kota Serang. Perempuan yang menggeluti kehidupan ayam kampus sejak tiga tahun lalu ini secara blak-blakan bercerita tentang sisi lain kehidupan kampusnya. Atik mengaku, dirinya terpaksa menggeluti dunia ayam kampus lantaran untuk kebutuhan ekonomi. “Sejak semester II saya tak lagi dibiayai orangtua,” ujar perempuan asli Cilegon ini.

Atik mengaku, dirinya pertama kali terjun ke bisnis esek-esek ini diajak rekan kuliahnya yang sudah lebih dulu menggelutinya. Perempuan yang kini hidup kost di dekat tempat kuliahnya ini mengaku merasa menyesal saat pertama kali melakukannya. “Satu sisi saya menyesal, tapi di sisi lain saya juga butuh biaya untuk kuliah saya. Orangtua sudah tak sanggup membiayai saya, karena harus membiayai enam adik saya,” ujar perempuan yang bercita-cita menjadi Polwan ini.

Hampir sepekan sekali, Atik kencan dengan pria lain dengan tarif minimal Rp 700 ribu. Atik mengaku, pelanggannya dari berbagai kalangan, mulai dari pengusaha hingga pejabat pemerintahan. Atik mengaku, tak ada syarat khusus untuk bisa kencan dengannya. “Asal sesuai tarifnya ya mau saja. Pelanggan saya biasanya kontak saya melalui penghubung atau teman saya. Kalau tempat kencan paling di Serang, Tangerang, atau Jakarta,” ujarnya.

Apakah ada komisi untuk penghubung? Atik mengaku tak ada uang komisi bagi penghubungnya. “Biasanya uang hasil kencan, selain untuk biaya kuliah dan kebutuhan hidup, saya pakai untuk traktir penghubung dan teman-teman,” ujarnya.

Hingga saat ini, orangtua Atik belum mengetahuinya. Begitupun lingkungan kampusnya. “Yang tahu paling teman-teman dekat. Di kampus saya tampil biasa saja, seperti mahasiswa lainnya. Jadi nggak ada yang curiga,” ujarnya.

Atik belum bisa memastikan hingga kapan ia akan melakoni hal ini. Kendati demikian, ia bertekad akan berhenti setelah dirinya memiliki pekerjaan tetap dan berkeluarga. (*)

About these ads

49 Tanggapan to “Fenomena Ayam Kampus di Banten”

  1. ikaikaika Mei 1, 2008 pada 2:07 pm #

    keren! biarpun ga sempet ‘make’ tapi cukup komprehensif lah..hehe..lega juga akhirnya nih tulisan kelar, pengen bgt liat di edisi cetaknya soalnya aku kan lagi ke surabaya tea euy..yang di kantor pasti sudah dimutilasi oleh eri dkk..bisakah kau menyediakannya?

  2. qizinklaziva Mei 2, 2008 pada 1:43 am #

    @ ikaikaika
    bukannya gak sempat make… tapi gak berani make hehehee….
    Inget…, Orang yang ngeliput tentang pembunuhan gak mesti kan jadi pembunuh!

    Emang belum baca edisi cetaknya ya….???? kacian :D

    • jak Maret 20, 2010 pada 9:09 am #

      boleh tuh jd pgn adventure d serang…
      boleh dong minta no2 mereka….
      nuhun…
      realitas hidup euy

  3. amril Mei 13, 2008 pada 1:04 am #

    jangan karna alasan ekonomi kalian mau menjajakan diri,karna setiap yg bernyawa pasti memiliki rejekinya

    @ amril
    Semoga hidayah dan rezeki halal itu diterimanya

  4. evan kurniadi Mei 25, 2008 pada 3:44 am #

    coba kita cri solusinya untuk mereka….

    jngan hnya komntar ttg dosa2 mereka…

    @ evan kurniadi
    setuju…!
    Punya solusi???

    • ivan nur rocman Juli 13, 2009 pada 4:26 am #

      makanya, hargaiLah dirimu sebelum kau dihargai orang Lain!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

      begituLah akibatnya……….

  5. Robbie MJA Juli 15, 2008 pada 1:01 pm #

    tdk ada seorang pun yg bs ngubah nasib kalian .. kcuali klian cb prbaiki sndiri … trust me … Allah msh ttp ngsih pngampunan bwt mreka yg bertaubat.

  6. imam supriyadi Juli 24, 2008 pada 2:51 pm #

    boleh minta no telepon ayam kampus di tangerang khususnya kalau punya

    • ivan nur rocman Juli 13, 2009 pada 4:33 am #

      Lhah… truZan………

      tp bLh juga tu, cP taw kt bz bwT “INDEPT REPORT”nya, kan beritanya bz Lbh kompLit Lg, n pembacanya g pd pnasaran key gn. HE

  7. wi3nd Juli 25, 2008 pada 5:02 am #

    miris memang mendengar dan membaca ttg fenomena ayam kampus ini,tapi itulah kenyataannya,mreka ada disekitar kita..sm09a mreka menemukan jalan y9 terbaik..

  8. amrin rais Juli 27, 2008 pada 7:56 am #

    cerdas…

    • ivan nur rocman Juli 13, 2009 pada 4:40 am #

      dalam mencari uang……….

      udag enak, di bayar Lg……….

      cuma sekali jepit, 700rb MELEJIT……

  9. imron Agustus 18, 2008 pada 3:55 am #

    minta no ntlpn aym kmpus donk. lo da ya di bandung

    • ivan nur rocman Juli 13, 2009 pada 4:43 am #

      Usaha nP????????

  10. fahrizalmochrin Agustus 19, 2008 pada 11:32 pm #

    ndak dimana aja “banyak ayam-ayam berkeliaran” by the way apa sih kelebihan ayam Kampus dengan ayam jalanan..wong sama-sama ayam yah ndak jauh beda rasanya khan..mungkin cara pengemasannya aja kali yee.. (kemasan ayam kentucky lebih enak fullfiling ..it’s bonnless..or Crispy..heehhee)

    • ivan nur rocman Juli 13, 2009 pada 5:12 am #

      mksudnya “BEDA WAJAHNYA, SAMA RASANYA” gt ea P Ustadz?????

      peRhiasan yg paling indah dari seoRang abdi Allah, itulah ia..wanita shalihah, ia menghiasi dunia.
      Aurat ditutup demi kehormatan, takkan pudar dan takkan terkikis oleh Zaman Wanita shalihah adalah tongkat disaat kita buta.
      Bagaikan Embun yg slL menyejukkan dahaga Laksana pohon yg rindang disaat kita butuh keteduhan di tengah panasnya gurun yg sangat gersang Ia kan selalu bersinar terang dikala cahaya lain mulai meredup.

  11. NN Agustus 22, 2008 pada 6:28 am #

    jalani lah hidup ini, sesuai hati nurani mu., klu ini baik untuk mu kluarga, dunia & akhirat… jalani lah…krna hidup,.. hanya sesaat.. takdir sudah di tuliskan oleh ALLAH SWT., bahkan takdir yg telah di tuliskan oleh sang pencipta sudah mengering… kita tdak tau kpn azal tiba. bisa mlm, siank, pagi, besok, nti mlm, nti siank atau sejam lg.. hanya ALLAH SWT lah yg mengetahui, & malaikat maut sbagai utusan nya.. jd…….. pikirin lah sendiri……karena nti jg kita mati d dlam kuburna jg sendiri…..menghadapi pertanggung jawaban d dunia… tbuh yg gagah, wajah yg mulus, cantik, ganteng..akan d gerogin oleh cacing2…..jabatan & harta yg berlimpah d tinggalkannya hnya kain putih meyelimuti nya….. ALLAH MAHA ADIL…membalas perbuatan baik sekecil apaupun & membalas kejahatn sekecil apapun pula….MAHA BESAR ALLAH SWT. tuhan semesta alam yg tunggal, & bukan dimana mana hanya d ars kursi d kejaan langit.. tempat yg pling mulia… SUBHANALLAH, smoga kita termasuk orng2 yg di muliakan ALLAH & d jauhkan dari kesesatan yg nyata amien.. SEGALA PUJI BAGI MU ALLAH SWT.

  12. CAHYA Agustus 28, 2008 pada 3:55 am #

    wew makin ancur aja yah banten nehg KIAMAT DAH DEKET KALI YAH

  13. _vin_ September 14, 2008 pada 7:26 am #

    susah bwad ngerubah sikap kaya gtu,,ap pun yg mnrt mrka baik bwad dirinya DO IT…!!!!

  14. riko September 30, 2008 pada 8:00 am #

    ada ayam buat lebaran ga?? tapi ygsehat..bulan ayam sakit

  15. mier Oktober 17, 2008 pada 2:45 am #

    mendingan nongkrong depan kantor, dapat pecel ayam….enak..!

  16. blur Oktober 17, 2008 pada 2:51 am #

    sekarang jaman high tech bukan manusia aja yang pingin pintar dan belajar di kampus, ayam aja klo uda masuk kampus harganya bisa tinggi,makanya ayo kita pergi kekampus kali aja dapat ayam kampus dari pada ayam pecel

  17. insan Oktober 19, 2008 pada 1:41 pm #

    oow… di serang ya ? apalagi di jkt.
    itu baru bisnis esek esek cabang ayam kampus ya? oow… apalagi kalo di beberin semuanya

  18. trilsky Oktober 21, 2008 pada 7:36 am #

    paraaah paraaaah dunia ini, beruntung yang tidak jadi ayam maupun jadi penyantap ayam

  19. dheni Oktober 22, 2008 pada 3:19 am #

    enak ayam goreng sujharti apa ayam kampus yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa??????

  20. a.m. Oktober 22, 2008 pada 4:17 am #

    mmm saya pilih ayam goreng tepung digoreng puaanassss ampe kriuk-kriuk :D

  21. Swormad Oktober 26, 2008 pada 4:23 am #

    Kalau begicuuu mendingan jadi ayam ‘kampus’ dong ?daripada ngurusin ayam,wong ngurusin ayam gajinya ga’ cukup buat beli ayam kampus

  22. wong cakep Oktober 26, 2008 pada 4:40 am #

    ko pahanya aja brp ya?…..ato dadanya aja kali ye……………………………

  23. galiuh Oktober 26, 2008 pada 4:56 am #

    Wahai Ayam kampus tolong pilih, Kerja dulu atau gelar dulu
    kasih tanda chek tapi jangan dicolok ya……………
    ( ) Gelar dulu
    ( ) Kerja dulu

  24. kodok November 2, 2008 pada 4:03 am #

    “sebenarnya tidak satupun wanita yang pantas menjadi seperti itu”

    wa sebagai PECINTA WANITA seperti Irwansyah
    tidak tega melihatnya

    mang harganya bisa nego nggak?
    wkwkwkwkwwk……….

  25. Antony Desember 3, 2008 pada 3:18 pm #

    Yg merasa ayam kampus, kalo butuh duit, segera hubungi saya. Minta berapa sih. Asal sesuai

  26. Anak Cilegon Desember 31, 2008 pada 3:14 am #

    Lebih asik jika para mahasiswa/i nyambi jadi agent asuransi di prudential. Selain dapet duit komisi jangka panjang yang top, anda juga belajar investasi dan ilmu financial planning, kepribadian yang baik, berpakaian or penampilan, dan yang terpenting cara menjual dan presentasi. Mantap kan? jadi mahasiswa duitnya banyak dan masa depan jelas. Pergaulanpun dengan lingkungan sehat dan semakin banyak kenalan kalangan mampu.

    just contact me to prove it!

    Regards
    http://anak-cilegon.blogspot.com

  27. areleen Maret 5, 2009 pada 12:23 pm #

    ya ampun,,,,serang yang dikenal dengan orang2nya yang religius ternyata sudah berubah ya….

  28. cHa Maret 7, 2009 pada 2:25 am #

    ruar biasa.. dalam dan komprehensif.

    saya setuju mengenai pendapat bahwa harus ada solusi yang baik, jangan hanya men-judge saja. ngomong2 pasti deg2 ser ya pas ketemu mereka?? n_n

  29. aldo Mei 4, 2009 pada 3:46 am #

    inilah kenyataan di depan mata kita sekarang,,
    malamnya seperti siang..
    kalo dah gitu, gak ada lagi yang samar, semuanya terlihat jelas..

  30. ivan nur rocman Juli 13, 2009 pada 5:18 am #

    PERHIASAN YANG PALING INDAH, DARI SEORANG ABDI ALLAH.
    ITU LAH IA, WANITA SHALIHAH, IA MENGHIASI DUNIA.

    Aurat ditutup demi kehormatan, takkan pudar dan takkan terkikis oleh Zaman Wanita shalihah adalah tongkat disaat kita buta.
    Bagaikan Embun yg slL menyejukkan dahaga Laksana pohon yg rindang disaat kita butuh keteduhan di tengah panasnya gurun yg sangat gersang Ia kan selalu bersinar terang dikala cahaya lain mulai meredup.
    Wanita sHaLihah slL mnjg amanat bL sdNg d tinggaL oLeh suami, serta dPt mnjg kemaLuannya dr hal-haL yg kEji.

  31. bagoy November 19, 2009 pada 7:49 am #

    segera lah bertobat.karna semua makhluk yang bernyawa akan mati

  32. galang November 24, 2009 pada 1:53 am #

    Inalillahiwainaillaihirojiun,,,,,,,, negara kita seperti itukah,,,,,???

  33. BOYS Maret 20, 2010 pada 4:09 pm #

    Hai ada tidak untuk daerah tangerang gua minta doong nonya

  34. budaklost September 6, 2010 pada 12:34 pm #

    hmmmm…..mungkin ga sih ?

  35. iim September 26, 2010 pada 5:51 am #

    subhanallah! jgn cuma berusaha untuk mmnuhi kbthbn dunia, cuba berjuang untk khdpn akhirt!

  36. arif muhammad SE,Alhafidz Oktober 26, 2010 pada 11:19 am #

    hidup adalah pilihan,…yang enek atau yang pahit pasti ada konsekuensi dari masing2 pilihN itu…tinggal hasil akhirnya saja syurga atau neraka…itupun jg pilihan…jd silahkan memilih broo….

  37. ww Februari 18, 2011 pada 1:52 pm #

    pantasen pulau jawa gempalah banjirlah demolah kacau ya,ampuuun karena ulah mereka sendiri

  38. Anonymous Januari 28, 2014 pada 4:23 pm #

    dih ngga pada mikir semua ya juga..,..

Trackbacks/Pingbacks

  1. ayam kampus …. review nya serem !! » afwan.net - Oktober 19, 2008

    [...] urutan ke-1, walaupun bukan diposisi pertama pencarian via google. Tulisan dia tentang “ayam kampus” nya, mampu memberikan gambaran yang positif lho. Sedangkan tulisan terakhir, yang dia tulis, [...]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: