Arsip | Januari, 2008

Soeharto Wafat

30 Jan

YANG 

# HMS

yang menghujat, bermunajat

yang mencaci, mencari jejak kaki

yang mencerca, menabur bunga  

yang setia, melafal do’a

yang pura-pura, tak juga paling muka

yang diam, diam-diam bersemayam

yang menuntut, biarlah 

yang hidup, pasti mati

2008

Kenapa Makam Presiden Tak di Taman Pahlawan

28 Jan

Satu lagi presiden kita tutup usia. HM Soeharto wafat di RSPP, Minggu (27/1) pukul 13.00 WIB. Media massa lokal, nasional, dan internasional secara besar-besaran menulis tokoh besar ini dengan aneka judul misalnya ‘Warisan Soeharto (kompas)’ Banjir Air Mata di Cendana (Berita Kota), Soeharto Mangkat, Selamat Jalan Pak Harto, de es be.

Ribuan orang yang pada 1998 ikut menghujat, ikut bermunajat untuk mendoakan kepulangan Sang Jenderal Besar. Soeharto memang jadi magnet bagi kawan dan lawan politiknya.

Seperti juga mantan Presiden Soekarno yang dimakamkan di Blitar, Soeharto pun memilih tempat peristirahatnya di Astana Giri Bangun Kalanganyar, di samping makam istrinya tercinta Ibu Tien.

Terus terang saya merasa aneh, kenapa para presiden kita tak ada yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP). Dalam catatan yang saya peroleh dari sini, keberadaan TMP  dikhususkan bagi mereka yang telah berjasa kepada Negara Kesatuan republik Indonesia, termasuk para pahlawan nasional, anggota militer, dan pejabat tinggi negara. Kalau melihat kriterianya, dua presiden kita sangat layak untuk menempati TMP.

Ukuran makam di TMP atau di tempat lain sama saja, paling sekitar 2×1 meter. Apakah presiden tidak dimakamkan di TMP karena merasa nggak sebagai pahlawan, sehingga ‘merasa tak layak menempati’ sepetak lahan di TMP. Apakah nasib serupa juga akan dialami Habibi, Megawati, Gus Dur, dan SBY, jika meraka nanti mangkat. Apakah para mantan presiden itu juga tak dimakamkan di TMP. Adakah yang tahu, kenapa presiden tak dimakamkan di TMP??

Banten Dikuasai Perempuan, (Kemana Pria?)

24 Jan

Satu per satu, posisi strategis di Banten kini dikuasi Banten. Setelah Rt Atut Chosiyah menduduki posisi Gubernur Banten. Setelah dilantik pada 11 Januari 2007, Atut tercatat sebagai perempuan pertama di Indonesia yang menduduki sebagai gubernur.

Rekor ini juga kayaknya bakal disandang Kombes Pol Rumiah yang dilantik menjadi Kapolda Banten, menggantikan Brigjen Pol Timur Pradopo. Rumiah juga udah dipastiin bakal jadi perempuan pertama di Indonesia yang menjabat sebagai Kapolda (posisi yang biasanya dipegang pria).

Kehadiran dua perempuan yang menguasa posisi penting di Banten ini sempat menarik untuk diperbincangkan. Kawanku sampai berkhayal, kehadiran dua srikandi tersebut diikuti oleh perempuan lainnya untuk menduduki posisi penting lainnya, misalnya sebagai Kajati, Ketua MUI, atau bila perlu sebagai Danrem!

“Biar Banten semuanya dikuasai perempuan. Kalau sudah begitu, citra Banten sebagai daerah Jawara akan hilang, dan berubah menjadi daerah feminis. Terus kita tinggal ngebayangin, para muspida di kabupaten/kota nggak pede waktu rapat koordinasi di provinsi,” kata temenku ini.

Bagiku, kehadiran dua perempuan di posisi penting di Banten ini bakal jadi pertanyaan besar. KEMANAKAN PARA PRIA BANTEN? (qizink)

Apa Perlu Dibalez???

23 Jan

Pagi-pagi, ringtone telepon genggamku berbunyi sebagai tanda pesan singkat datang. Dengan mata masih setengah ngantuk, kubuka pesan singkat dari seseorang tak dikenal. SMS  yang dikirim lewat nomor +6281911105XXX itu hany berisi kalimat sederhana.

Hi sapa niy? Leh knln g? Blz ya! Thks
Perlu nggak SMS ini dibales?????

Pelantikan Golkar Kota Serang Didemo

18 Jan

SERANG-Pelantikan pengurus DPD Partai Golkar Kota Serang di Gedung Golkar Kabupaten Serang didemo ratusan kader partai berlambang pohon beringin, Kamis (17/1). Kehadiran massa dari perwakilan Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar se-Kota Serang ini untuk mendesak pelaksanaan musyawarah daerah (musda) sekaligus menolak pengurus DPD Partai Golkar Kota Serang yang dilantik.

Aksi massa berlangsung sekira pukul 14.00 sebelum acara pelantikan berlangsung. Massa yang datang bersama puluhan angkutan umum dan kendaraan sepeda motor ini merangsek hendak masuk ke dalam arena pelantikan. Namun keinginan para demonstran ditahan oleh aparat keamanan yang menjaga ketat di pintu gerbang.

Massa yang tertahan akhirnya hanya berorasi sambil mengacung-acungkan beragam spanduk berisi tuntutan. Aksi memanas dan nyaris ricuh saat prosesi pelantikan berlangsung. Massa saling dorong dengan barikade aparat keamanan.

Seorang demonstran bernama Pendi dari Kecamatan Taktakan diamankan polisi ke Markas Koramil Serang karena diduga melakukan provokasi di tengah massa. Penahanan Pendi ini sempat memicu kemarahan massa lain. Namun aparat keamanan berhasil menenangkan massa. Setelah beberapa menit diberi peringatan, Pendi dilepaskan.

Dalam pernyataan sikapnya, massa menuntut agar DPD I Partai Golkar Banten melaksanakan musda Partai Golkar Kota Serang. Massa juga menolak keberadaan pengurus sementara Partai Golkar Kota Serang yang dilantik. “Apabila pernyataan sikap kami ini tidak diindahkan oleh DPD Partai Golkar Banten, kami akan memboikot,” tegas seorang demonstran.

Sementara dari dalam ruang pelantikan, prosesi pengukuhan pengurus partai beratribut warna kuning berlangsung lancar. Amsar Rahman ditetapkan sebagai Ketua DPD Kota Serang periode 2008-2009 melalui SK Nomor 05/DPD I/Golkar/I/2008.

Ketua DPD Partai Golkar Banten Mamat Rahayu menegaskan, pengurus yang baru dilantik merupakan embrio kepengurusan DPD Partai Golkar Kota Serang. Dalam penetapan ini, DPD I Partai Golkar Banten sudah mengadopsi aspirasi dan aturan partai. “Tidak ada kepentingan pribadi. Kalau ada yang tidak puas, itu hal biasa,” terangnya. Kata dia, desakan musda kurang efektif karena memakan waktu, biaya, dan tenaga. “Kepengurusan partai ini hanya setahun lebih,” ujarnya.

Amsar Rahman, Ketua DPD Partai Golkar Kota Serang terpilih menyatakan, kepengurusan partainya memiliki tugas berat dalam waktu singkat di antaranya menyiapkan calon walikota/wakil walikota, melakukan persiapan pemenangan Pemilu 2009, mempersiapkan kader partai sebagai calon legislatif, serta melaksanakan musda pertama paling lambat Agustus 2009. (qizink)

Buku-buku Tentang Soeharto

14 Jan

soeharto5.jpgsoeharto2.jpgsoeharto3.jpgsoeharto7.jpg 

1. Pikiran, Ucapan dan Tindakan Saya, Seperti dipaparkan kepada: G. Dwipayana dan Ramadhan K.H (Penerbit: PT Citra Lamtoro Gung Persada, Terbit Tahun 1988)

2. Dua Jenderal Bicara Tentang Gestapu/PKI (Editor: Anton Tabah, Pengantar: Prof. Dr. Taufik Abdullah, Pencetak: CV Sahabat Klaten Tahun 2000).

3. Perkara HM Soeharto; Politisasi Hukum Dalam Kajian Perspektif Hukum (Acara) Pidana (Penulis: Dr. Indriyanto Seno Adji, SH, MH dan Juan Felix Tampubolon, SH, MH, Penerbit: Multimedia Metrie Tahun 2001).

4. Jejak Langkah Pak Harto 16 Maret 1983 – 11 Maret 1988 (Oleh: Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: Nazaruddin Sjamsuddin, Penerbit: PT Citra Lamtoro Gung Persada, Tahun 1992).

5. Proses Peradilan Soeharto Presiden Ke-2; Penegakan Hukum atau Komoditi Politik (Penulis: Ismail Saleh SH, Sambutan: Sudhrmono, Saadillah Mursjid, Prof. Dr. Loebby Loqman, Amir Santoso, Ismail Saleh, Penerbit: Yayasan Dharmais, Juni 2001).

6. Empati di Tengah Badai; Kumpulan Surat Kepada Pak Harto 21 Mei-31 Desember 1998 (Editor: Anton Tabah, Penerbit: Kharisma Tahun 1999).

7. Simpati dan Doa untuk Pak Harto; Kumpulan Surat-Surat 1 Januari s/d 30 Juni 1999 (Editor: Anton Tabah, Penerbit: Kharisma Tahun 1999).

8. Pandangan Presiden Soeharto Tentang Pancasila (Editor: Krissantono, Penerbit: Centre for Strategic and International Studies, Dicetak Kembali Oleh Sekretariat Negara Tahun 1976).

9. Pandangan Perempuan Tentang Soeharto; Kata Hati La Rose dan Upi (Penulis: La Rose dan Upi Tuti Sundari, Penerbit: Yayasan La Rose Tahun 1999).

10. Pledoi Kolonel A Latief: Soeharto Terlibat G30S  (Penulis: A. Latif, Penerbit: Institut Studi Arus Informasi, Tahun 2000, 282 halaman).

11. The Life and Legacy of Indonesian’s Second President (Penulis: Retnowati Abdulgani-Knapp, Penerbit:  itu terdiri atas 5 bab dan 351 halaman.

12. Biografi Daripada Soeharto Dari Kemusuk Hingga Kudeta (Penulis Yogaswara, Penerbit Media Presindo, Tahun 2007).

13. Harta dan Yayasan Soeharto (Penulis Indra Ismawan, Penerbit: Media Presindo, Tahun 2007).

14. HM. Soeharto Membangun Citra Islam (Penulis Mistah Yusuf, Penerbit: Asiamark, Tahun 2007).

15. Soeharto Sehat (Kumpulan tulisan sejumlah penulis di antaranya George Junus Aditjondro, Penerbit: Galang Press, 2006).

16. Beribu Alasan Rakyat Mencintai Pak Harto (Penulis Dewi Ambar Sari, dan Lazuardi Adi Sage, Penerbit: PT Jakarta Citra, Tebal: 364 halaman).

17. Dari Soeharto ke Habibie; Guru Kencing Berdiri Murid Kencing Berlari (Penulis: Dr. George Junus Aditjontro, Penerbit : MIK-Pijar Indonesia, Tahun 1998, Tebal: 160 halaman).

18. Renegotiating Boundaries: Local Politic in Post-Suharto Indonesia (Penyunting: Henk Shulte Nordholt & Gerri van Klinken, Penerbit: KITLV Press, Tahun 2007, Tebal: 562 halaman).

19. Anak Desa, Biografi Presiden Soeharto (Penulis: OG Roeder, Penerbit: Gunung Agung, Jakarta, Tahun 1976, Tebal: 416 halaman).

20. Soeharto Sisi Gelap Sejarah Indonesia (Penulis: Asvi Warman Adam, tebal 219 halaman).

Wartawan Menunggu Kematian…!

13 Jan

Suatu hari seorang wartawan melaporkan sebuah berita kecelakaan lalu lintas dengan kurang semangat kepada pimpinannya. “Sayang mas, korbannya nggak ada mati. Beritanya biasa aja,” ujar wartawan baru.

Komentar wartawan baru itu ditimpali dengan gaya canda wartawan lainnya. “Kalau pengen hebat, waktu wawancara, salah seorang korban kamu cekik aja biar mati.”

Kematian kerap menjadi berita besar bagi kuli flashdisk (sekarang dah nggak musim kuli disket). Apalagi kalau yang meninggal itu seorang tokoh besar. Bahkan sebelum meninggal saja, berita tokoh yang sakit bisa menjadi sebuah berita menarik, contohnya tentang sakitnya Suharto.

Tapi lagi-lagi, kematian selalu menjadi daya tarik yang kuat. Saya jadi ketawa ketika teman wartawan bersungut-sungut setelah menunggu hingga batas deadline, mantan penguasa Orde Baru itu masih diberi kesempatan bernyawa. “Kenapa sih mau meninggal saja susah banget… dan bikin susah orang lain aja.”

Iklan Nomor Telepon Sex

10 Jan

Hari ini ada yang nyari iklan nomor telepon sex ke blog-ku…. hik… hiks….! :D  

Padahal blog ini tentu saja nggak bakalan nyantumin apa yang dicari maniax sex tersebut. Saya emang pernah nulis tentang telepon sex yang marak di media seperti di tulisan ini. Postingan saya itu cuma buat ngasih gambaran tentang prostitusi terselubung di media massa, nggak ada maksud buat nyebarin iklan nomor telepon sex.

Emang sih dipostingan itu, ada beberapa nomor telepon sex, tapi itu sudah saya samarkan dengan meng-X tiga digit terakhir nomor teleponnya.  Pemasangan nomor itu hanya buat nguatin data aja, nggak ada maksud buat ikut ngepromosiin. Jadi kalo ada yang masih cari iklan nomor telepon sex di sini….

Maaf mas… anda tersesat… hehehe…

iklan2-copy.jpg

Soeharto Sakit Lagi

5 Jan

Setelah sekian lama nggak denger kabarnya, siang ini saya kembali mendapat kabar tentang mantan Presiden Soeharto. Tokoh yang dikenal dengan senyumnya ini dikabarkan sakit lagi. Bahkan kondisinya juga udah mulai menurun seperti yang diberitain di sini.

Kabar tentang sakitnya penguasa Orba ini sebenernya udah basi. Pengusa Indonesia paling lama ini udah sering banget bolak-balik rumah sakit. Tapi malaikat maut, masih berbaik hati untuk tidak mencabut separuh nafas milik mantan Komandan Brigade Pragola mantan Sub Teritorium IV Jawa Tengah ini. Padahal usianya udah Soeharto udah nyampe 86 tahun. Usia yang cukup panjang bagi rata-rata orang Indonesia. (qizink)

Minta Maaf….!

5 Jan

Hari ini aku membaca dua postingan yang isinya hampir sama, yaitu minta maaf. Pertama dari postingan Mardies dan yang kedua dari azapoetrikoe.

Kedua permohonan ini sama-sama disampaikan gara-gara tulisan mereka tentang esek-esek yang isinya cuma buat ngejar trafik pengunjung. Dan itu diakui oleh kedua pelakunya.

Emang sah-sah saja, siapa pun membuat tulisan untuk mengejar trafik, apalagi kalo trafik hidayat yang ganteng. Tapi sangat naif sekali kalo cara untuk mendapatkannya cuma lewat tong sampah.

Sebenernya buat apa sih pengunjung banyak kalo postingannya nggak ada isinya? Kalau memang kita belum bisa masuk 10 besar macam para seleb BOTD, kayak Budi Raharjo, Rozenesia, delel. ya kita nggak usah pake cara instan buat mendapatkannya. Saya yakin, para seleb itu bisa naik ke panggung utama setelah ngerintisnya dengan panjang. Mungkin lewat panggung kelas RT dulu. (qizink)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.