Sumpah… gw lupa kapan nama-nama Asmaul Husna itu terpasang di sepanjang jalan protokol Kota Serang, sebagai ibukota Provinsi Banten. Yang gw tahu, tiang berhiaskan lampu bertuliskan asmaul husna tu tak berjumlah 99 buah…. (Ada nggak yang mau mencoba menghtungnya. Taksiarnku sih dari Jalan Diponegoro hingg pintu Tol Serang Timur hanya ada sekitar 40 tiang).
Konon… pemasangan lampu hias bertuliskan nama-nama baik Tuhan tersebut untuk menambah tingkat keimanan masyarakat di daerah yang terkenal religius ini. Maklum aza, motto daerah ini saja udah nunjukin ketakwaannya. Misalnya Serang Bertakwa dan Banten Iman dan Takwa. Buat nambah klop sama mottonya, dipasanglah lampu-lampu hias tersebut yang biayanya diambil dari APBD.
Gw sih seneng aza ada lampu hias itu… soalnya Kota Serang jadi tambah Cring penuh warna-warni. Tapi masalahnya, tujuan dari pemasangan lampu tersebut koq nggak keliatan sih. Kemaksiatan tetep aza keliatan, bahkan sampai di pusat kota. Di Alun-alun Serang, buka rahasia lagi menjadi sarang pelacuran. Padahal pusat kota tersebut deket ama kantor bupati sama gubernurnya. Udah gitu, di deket Alun-alun ini juga ada tiang asmaul husna bertuliskan Ar-rahman (Maha Kasih) yang suka disalahgunain para pelacur jadi tempat mangkal mereka. Istilahnya, mereka jadi mangkal di bawah tiang Ar-rahman….. Duhhhh…. duhhh….
Nah, menjelang dan saat puasa ini Trantib emang razin banget ngerazia PSK, termasuk yang ada di sekitar Alun-alun Serang. Cuma anehnya, Trantib di Serang ini (termasuk di daerah laen), kerajinannya naek 7 kali lipat nggear operasi kalo pas puasa. Sementara kalo bulan-bulan laen sih adem ayem. Kenapa ya? Apa karena dana operasional untuk operasi di bulan puasa juga naek dua kali lipat, atau sekedar ngelengkapi agar bulan puasa bersih dari penyakit masyarakat? Hmmmm… (qizink)
1 Komentar
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
Tinggalkan komentar









mas qizink tu langganan pelacur-pelacur di alun2 kota serang tu siapa sich? tolong nanti mas qizink intip siapa mereka sebenarnya, apakah mereka tu yg kesehariannya kelihatan yg orang baik2, ato mereka memang dr kalangan hidung belang (sayang belangnya ga kelihatan) dan mas qizink tolong survai juga ke stadion ciceri kayaknya keadannya ga jauh berbeda